7 LANGKAH MENYUSUN RENCANA KULIAH KE LUAR NEGERI

Bagi orang tua dan pelajar yang ingin kuliah ke luar negeri  — berikut ini adalah hal-hal yang perlu diketahui:

 

1.  Apa yang diperlukan

Kamu perlu belajar mandiri untuk bisa mengurus diri sendiri ketika jauh dari rumah, di tempat yang asing dan menggunakan bahasa berbeda. Setidaknya mulailah belajar bahasa asing, paling tidak supaya kamu dapat berkomunikasi di sana.

 

2. Berapa lama harus mempersiapkan diri

Mulailah sesegera mungkin begitu kamu memutuskan akan kuliah ke luar negeri. Karena butuh waktu untuk memenuhi syarat pendaftaran, mendaftar, membuat visa pelajar dan persiapan lainnya, terutama jika kamu ingin mengambil jalur beasiswa atau bantuan keuangan lainnya. Mulailah mencari informasi tentang program kuliah, persyaratan masuk, cara mendaftar, atau beasiswa seawal mungkin, supaya kamu punya cukup waktu untuk mempersiapkan semuanya dengan baik. Sebaiknya kamu mulai memikirkan tentang jurusan yang ingin kamu ambil dan mencari informasi tentangnya sejak SMU kelas 2.

 

3. Mencari informasi

Ada banyak macam program kuliah di luar negeri di seluruh dunia, dengan tingkat kesulitan dan durasi yang berbeda-beda. Sebagian besar program disampaikan dalam Bahasa Inggris, bahkan di Jerman sekalipun, banyak program kuliah S1 dan S2 yang disampaikan dalam bahasa Inggris. Ada juga program kuliah yang  memungkinkan kamu untuk mendapatkan gelar dari dua lembaga pendidikan sekaligus (misalnya twinning programme di Malaysia).

 

Di Inggris, kamu dapat menyelesaikan program master/S2 dalam satu tahun sementara di negara lain butuh 2 tahun. Di University of Cambridge, gelar MBA dapat diselesaikan dalam 12 bulan dengan biaya £49.000 (Rp958 juta). Sedangkan butuh biaya dua kali lipat untuk menyelesaikan gelar MBA di Harvard University di Amerika.

 

Belum memenuhi persyaratan masuk? Tidak berarti kamu tidak bisa kuliah di luar negeri. Kamu bisa mengambil program persiapan/foundation terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke program gelar (S1/S2). Istilah untuk program persiapan ini bervariasi. Malaysia menyebutnya dengan istilah pre-university, dan negara-negara lain memberikan sebutan lain, seperti pathway programme atau bridging programme.

 

Untuk itu, di Golden Gate College, mempunyai program yang disebut University Pathway Program, yaitu program persiapan 9 bulan di Indonesia, lalu dapat melanjutkan studi di tahun ke-2 dengan jalur transfer kredit

 

4. Cari tahu apakah bisa mentransfer kredit

mahasiswa bisa mentransfer kredit, misalnya belajar selama satu semester di kampus asing. Dengan demikian, walau kuliah di Indonesia, kamu juga bisa mendapatkan pengalaman dan ilmu dari kampus-kampus ternama di dunia. Menurut Kemenristek Dikti, di tahun 2015 sudah ada 700 mahasiswa yang mengikuti program transfer kredit selama satu semester. Untuk kedepannya, Dikti menargetkan 1.000 peserta.

 

University Pathway Program GGC adalah salah satu jalur transfer credit untuk tujuan studi di Universitas Amerika Serikat, Inggris, dan Australia

 

5. Menyiapkan biaya

Tentunya perlu menyiapkan biaya jika ingin kuliah ke luar negeri. Kuliah di luar negeri tidak selalu sangat mahal. Buktinya, kuliah S1 di Jerman lebih murah dibandingkan dari kuliah di universitas-universitas elit di Indonesia. Biaya kuliah di Eropa relatif lebih murah jika dibandingkan dengan negara lainnya.

 

Selain biaya kuliah, perlu juga menyiapkan anggaran untuk biaya hidup. Biaya hidup ini dapat diringankan oleh penghasilan dari pekerjaan part-time, selama tidak mengganggu studi kamu. Sebelumnya, pelajari dahulu peraturan dan ketentuan untuk kuliah sambil part-time/kerja sambilan di luar negeri.

 

 

6. Asuransi kesehatan

Inggris, Amerika dan Australia mewajibkan mahasiswa internasional untuk memiliki asuransi kesehatan. Biasanya universitas akan merekomendasikan asuransi mahasiswa. Tetapi jika kamu telah memiliki pilihan sendiri, dan asuransi tersebut dapat digunakan di luar negeri, kamu tidak perlu membeli asuransi lainnya.

 

7. Manfaatkan teknologi, tetap dekat dengan keluarga

Belajar di luar negeri sekarang ini sangat berbeda dari 20 tahun lalu — sekarang jauh lebih mudah untuk tetap berhubungan. “Kami sering bicara dengan putri kami melalui Skype,” kata O’Shaughnessy. “Kami letakkan laptop di meja makan dan berbicara kepadanya seolah-olah ia juga duduk di meja dan sedang makan bersama.”

 

Orang tua tentunya akan merasa khawatir dan memikirkan anak yang tinggal jauh di rumah. Akan tetapi tidak disarankan terlalu mengikat anak. Bagaimanapun juga mereka perlu dilepas untuk menjadi dewasa. Anak perlu didorong untuk berbaur dengan kehidupan lokal, mengenal teman baru, merasakan hal-hal baru dan menambah wawasan.

 

Sumber berita dikutip dari  :

https://www.hotcourses.co.id/study-abroad-info/university-applications/7-langkah-menyusun-rencana-kuliah-ke-luar-negeri/

x Close

Like Us On Facebook